Skip to main content
Digital6 menit baca

Penetrasi Internet Indonesia Tembus 79%: Siapa yang Masih Tertinggal?

229 juta pengguna internet di Indonesia, tapi kesenjangan digital masih lebar antara Jawa dan luar Jawa, kota dan desa.

Oleh Tim Statsindo · 25 Maret 2026 · 6 menit baca

Satu angka kunci dari artikel ini

79,5%Penetrasi Internet Indonesia

Survei APJII 2024/2025 menunjukkan jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 229,4 juta jiwa — atau 79,5% dari total populasi. Angka ini meningkat konsisten dari 73,7% pada 2021, menandai transformasi digital yang terus berjalan.

Siapa Pengguna Internet Indonesia?

Mayoritas pengguna internet Indonesia mengakses melalui smartphone (96,4%). Penetrasi tertinggi ada di kelompok usia 15-24 tahun (98,2%), diikuti usia 25-34 tahun (95,1%). Sementara kelompok 55+ baru mencapai 51,3%.

Berdasarkan wilayah, Jawa mendominasi dengan penetrasi 85,3%, disusul Bali-Nusa Tenggara (78,1%), dan Sumatera (75,2%). Papua dan Maluku berada di posisi terbawah dengan penetrasi masing-masing 52,1% dan 58,7%.

Kesenjangan Digital yang Masih Lebar

Meskipun angka nasional terlihat positif, kesenjangan digital (digital divide) masih menjadi masalah serius. Penetrasi internet di daerah perkotaan mencapai 89,2%, sementara pedesaan hanya 65,8% — selisih 23,4 poin persentase.

Kualitas koneksi juga sangat timpang. Rata-rata kecepatan download di Jakarta mencapai 45 Mbps, sementara di Papua Pegunungan hanya 5-8 Mbps. Ini berpengaruh langsung pada kemampuan masyarakat mengakses layanan digital seperti e-commerce, edtech, dan telemedicine.

Implikasi bagi Ekonomi Digital

Pertumbuhan pengguna internet menjadi fondasi ekonomi digital Indonesia yang nilainya diproyeksikan mencapai $130 miliar pada 2025 (Google-Temasek-Bain). Namun tanpa mengatasi kesenjangan digital, pertumbuhan ini hanya dinikmati oleh penduduk urban di Jawa.

Program pemerintah seperti Palapa Ring dan Satria-1 diharapkan dapat mempersempit gap ini, tapi infrastruktur saja tidak cukup — diperlukan juga peningkatan literasi digital dan konten lokal yang relevan.

Sumber Data

  • 1. APJII, Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024/2025
  • 2. We Are Social & Meltwater, Digital 2025: Indonesia
  • 3. Google-Temasek-Bain, e-Conomy SEA 2025

Bagikan artikel ini

Data Minggu Ini — langsung ke inbox kamu

Ringkasan data paling penting setiap Senin. Gratis.